Kapan Waktu Puncak Gairah Seksual Pria dan Wanita? Ini Rahasianya!


Pernah nggak sih kamu ngerasa pengen moment intim sama pasangan, tapi kok dia malah kayak nggak mood? Atau sebaliknya? Tenang, kamu nggak sendirian. Setelah bertahun-tahun menjalani kehidupan pernikahan dan mengamati pola-pola ini, gue jadi paham kalau ternyata pria dan wanita punya "jam biologis" gairah seksual yang beda banget. Dan percaya deh, memahami ini bisa jadi kunci hubungan yang lebih harmonis!

Sebagai seseorang yang sudah melewati berbagai fase kehidupan bersama pasangan, gue tau banget gimana frustrasinya kalau timing-nya nggak pas. Makanya, artikel ini gue tulis dengan harapan bisa membantu kamu memahami kapan sebenarnya waktu terbaik untuk quality time bareng pasangan.

Kenapa Pria dan Wanita Beda Waktu Gairahnya?

Bayangin deh, tubuh kita tuh kayak jam yang terus berdetak ngikutin ritme tertentu. Nah, ritme ini diatur sama yang namanya hormon. Buat pria, hormon testosteron jadi pemain utamanya. Sedangkan buat wanita, ada estrogen, progesteron, dan sedikit testosteron yang main bareng.

Dari pengalaman pribadi dan hasil riset yang udah gue baca, ternyata hormon-hormon ini naik turun sepanjang hari. Nggak heran kalau kadang pagi-pagi kamu udah siap tempur, tapi pasangan malah masih ngantuk setengah mati. Atau pas malam, kamu udah capek banget, eh pasangan malah mulai menggoda.

Hormon Testosteron: Raja Gairah Pria

Testosteron ini ibarat bensin buat gairah seksual pria. Kadarnya paling tinggi justru di pagi hari, sekitar jam 3 pagi sampe jam 8 pagi. Makanya, jangan heran kalau suami atau pacar kamu sering bangun dengan kondisi yang... well, kamu tau lah. Itu tandanya hormon testosteron lagi kerja maksimal.

Yang menarik, produksi testosteron ini mulai meningkat sejak tengah malam lho. Kelenjar hipofisis di otak udah mulai aktif sejak malam hari dan terus meningkatkan produksi testosteron sampai pagi. Makanya, banyak pria yang ngalamin yang namanya morning wood atau ereksi pagi hari tanpa harus dirangsang dulu.

Waktu Puncak Gairah Pria: Pagi Hari adalah Surga

Dari berbagai penelitian dan pengalaman pribadi, gue nemuin fakta menarik: pria mencapai puncak gairah seksual di pagi hari, tepatnya sekitar pukul 07.54. Kok bisa sespesifik itu? Well, ini hasil survei dari perusahaan sex toy Lovehoney yang nanya ke ribuan orang.

Mengapa Pagi Hari?

Alasannya simpel banget sebenarnya:

Kadar testosteron tertinggi - Di pagi hari, kadar testosteron pria bisa lebih tinggi 25-50% dibanding waktu lainnya sepanjang hari. Bayangin aja, itu seperti mesin yang baru di-charge penuh semalaman.

Kondisi fisik prima - Setelah tidur cukup, tubuh dalam kondisi segar dan energi masih penuh. Belum ada tekanan pekerjaan atau stres harian yang bikin mood turun.

Ereksi lebih kuat - Tingginya testosteron juga bikin fungsi seksual lebih optimal. Ereksi lebih keras dan tahan lama. Ini penting banget buat kepuasan bersama.

Gue inget banget waktu masih awal nikah, sering banget tuh ada "miskomunikasi" di pagi hari. Suami udah siap, tapi istri masih setengah tidur dan belum siap sama sekali. Setelah paham soal ritme hormonal ini, jadi lebih bisa saling pengertian dan cari jalan tengahnya.

Tapi Bukan Cuma Soal Pagi Hari

Meskipun puncak gairah pria di pagi hari, bukan berarti mereka cuma bisa atau mau di pagi hari aja. Ada kok sekitar 16% pria yang justru lebih suka berhubungan intim sebelum tidur. Tiap orang punya preferensi masing-masing.

Yang penting adalah komunikasi. Jangan sampe karena nggak ngerti ritme biologis pasangan, malah jadi sumber konflik. Trust me, udah banyak yang ngalamin ini.

Waktu Puncak Gairah Wanita: Malam Hari Lebih Menggoda

Sekarang giliran para wanita. Kalau pria puncaknya di pagi hari, wanita justru kebalikannya. Puncak gairah wanita terjadi di malam hari, tepatnya sekitar pukul 23.21. Jomplang banget kan sama pria?

Kenapa Wanita Lebih Bergairah di Malam?

Ada beberapa faktor yang bikin wanita lebih "on" di malam hari:

Kadar testosteron wanita naik di malam - Meskipun kadarnya jauh lebih rendah dari pria (sekitar 1/20 nya), testosteron wanita justru mulai meningkat setelah siang dan mencapai puncak menjelang tidur.

Hormon estrogen dan progesteron lebih seimbang - Di malam hari, kedua hormon ini dalam kondisi yang lebih seimbang, bikin wanita lebih rileks dan terbuka untuk keintiman.

Faktor psikologis - Wanita butuh waktu untuk wind down dari kesibukan harian. Setelah semua pekerjaan rumah beres, anak-anak tidur, baru deh bisa fokus sama pasangan.

Dari pengalaman, gue paham banget kalau wanita itu butuh lebih dari sekadar rangsangan fisik. Mereka butuh suasana hati yang tepat, merasa aman, nyaman, dan dicintai. Makanya, malam hari setelah semua beban hari itu kelar, wanita jadi lebih siap untuk intim.

Tapi Ada Juga yang Bergairah di Pagi Hari

Menariknya, ada sekitar 11% wanita yang justru ngerasa lebih bergairah di pagi hari. Ini biasanya terjadi kalau:

  • Mereka udah tidur cukup dan segar
  • Nggak ada stres atau pikiran mengganggu
  • Pasangan tau cara yang tepat untuk "membangunkan" gairah mereka

Puncak Gairah Berdasarkan Usia: Ternyata Berbeda!

Ini bagian yang sering bikin bingung banyak orang. Ternyata, puncak gairah nggak cuma soal waktu dalam sehari, tapi juga soal usia!

Pria: Puncaknya di Usia Remaja Akhir

Berdasarkan penelitian Alfred Kinsey yang udah jadi rujukan bertahun-tahun, pria mencapai puncak seksual di usia remaja akhir sekitar 17-18 tahun. Di usia ini:

  • Organ testis memproduksi testosteron paling tinggi
  • Hampir nggak pernah gagal ereksi
  • Tingkat kekerasan ereksi maksimal
  • Energi dan stamina fisik luar biasa

Tapi tunggu dulu! Meskipun testosteron tertinggi di usia 18 tahun, ternyata dibutuhkan waktu sekitar 10 tahun setelahnya untuk mencapai kadar testosteron yang benar-benar maksimal dan stabil. Artinya, gairah seksual pria justru mengalami lonjakan tertinggi saat mereka berusia 30-an tahun.

Di usia 30-an, pria udah lebih dewasa secara emosional, lebih ngerti tubuhnya sendiri dan pasangannya, plus masih punya stamina yang bagus. Ini adalah sweet spot buat pria.

Wanita: Puncaknya di Usia 30-an

Beda sama pria, wanita justru mencapai puncak seksual di usia 30-an tahun. Kenapa?

Faktor hormonal - Di usia ini, wanita udah lebih stabil hormonalnya dan lebih paham sama tubuhnya sendiri.

Kepercayaan diri meningkat - Wanita di usia 30-an biasanya udah lebih percaya diri sama tubuhnya, nggak terlalu insecure lagi.

Pengalaman dan komunikasi lebih baik - Mereka udah lebih tau apa yang mereka mau dan lebih berani mengkomunikasikannya ke pasangan.

Dari pengalaman dan ngobrol sama banyak teman, wanita di usia 30-an tuh kayak "mekar" gitu. Mereka lebih enjoy, lebih rileks, dan lebih bisa mencapai orgasme dibanding waktu masih 20-an.

Wanita di Usia 20-an: Fase Eksplorasi

Meskipun puncak gairah wanita di usia 30-an, tapi wanita berusia 20-29 tahun ternyata adalah yang paling sering berhubungan seks menurut penelitian dari Kinsey Institute. Di usia ini, mereka lagi fase eksplorasi dan tingkat kesuburan juga masih tinggi.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Gairah Seksual

Setelah ngebahas soal waktu dan usia, sekarang mari kita bahas faktor-faktor lain yang bisa mempengaruhi gairah. Soalnya, nggak selalu hormon aja yang main.

Siklus Menstruasi Wanita

Ini penting banget buat dipahami. Gairah wanita berfluktuasi sepanjang bulan ngikutin siklus menstruasi:

Fase ovulasi (12-14 hari sebelum menstruasi) - Ini adalah waktu puncak gairah wanita dalam sebulan. Hormon estrogen meningkat drastis, bikin wanita lebih aktif menginisiasi hubungan intim.

Menjelang dan saat menstruasi - Banyak wanita yang justru ngerasa gairahnya meningkat di periode ini. Kenapa? Karena hormon estrogen dan testosteron naik, sementara progesteron (yang menekan gairah) turun.

Setelah menstruasi - Estrogen mulai naik lagi secara stabil, gairah juga ikut meningkat.

Gue inget dulu awal-awal nikah, gue bingung banget kenapa kadang istri sangat antusias, kadang biasa aja, kadang malah nolak. Setelah tau soal siklus menstruasi ini, jadi lebih ngerti dan nggak ngambil hati.

Tingkat Stres dan Kesibukan

Ini faktor yang super powerful dan sering dilupain. Stres tinggi = libido turun. Sesimpel itu.

Waktu kerja lagi menumpuk, deadline mengejar, atau ada masalah keluarga, gairah seksual bisa turun drastis. Baik buat pria maupun wanita. Bedanya:

  • Pria cenderung bisa lebih "switch off" dari masalah dan tetap bisa bergairah
  • Wanita butuh pikirannya bener-bener rileks dulu baru bisa bergairah

Makanya, akhir pekan atau hari libur tuh waktu yang bagus buat keintiman. Menurut penelitian, probabilitas wanita berhubungan seks di akhir pekan itu 2-3 kali lipat lebih tinggi dibanding hari kerja.

Kualitas Tidur

Kurang tidur = hormon berantakan = gairah turun. Tidur yang cukup (7-8 jam per hari) itu penting banget buat menjaga produksi hormon seksual tetap optimal.

Gue pribadi ngerasain banget bedanya. Waktu tidur cuma 4-5 jam sehari karena kerjaan, gairah seksual bener-bener turun. Begitu bisa tidur cukup, semuanya kembali normal.

Kondisi Kesehatan Fisik

Beberapa kondisi kesehatan yang bisa mempengaruhi gairah:

  • Diabetes - Bisa menurunkan gairah dan fungsi seksual
  • Obesitas - Lemak tubuh berlebih bikin produksi testosteron menurun
  • Penyakit jantung - Mempengaruhi aliran darah ke organ seksual
  • Gangguan tiroid - Hormon nggak seimbang
  • Obat-obatan tertentu - Terutama antidepresan

Hubungan dengan Pasangan

Ini yang paling penting menurut gue. Seharmonis apapun hormon kamu, kalau hubungan sama pasangan lagi bermasalah, gairah bakal turun drastis.

Yang gue pelajari:

  • Komunikasi terbuka itu kunci
  • Saling pengertian tentang kebutuhan masing-masing
  • Ciptakan momen romantis di luar kamar tidur
  • Jangan biarkan masalah menumpuk

Tips Menyesuaikan Jadwal Bercinta

Setelah tau semua fakta di atas, pertanyaannya: gimana dong caranya menyesuaikan kalau jam biologis beda?

Kompromi adalah Kunci

Yang gue pelajari dari pengalaman:

Akhir pekan untuk eksperimen - Coba berbagai waktu di akhir pekan. Pagi, siang, sore, malam. Cari tau waktu yang cocok buat kalian berdua.

Foreplay yang lebih lama - Kalau salah satu belum "on", foreplay yang lebih lama bisa jadi solusi. Wanita terutama butuh waktu lebih lama untuk terangsang.

Jangan terpaku jam - Meskipun ada jam biologis, jangan jadikan itu patokan kaku. Yang penting berdua sama-sama mau dan nyaman.

Perhatikan sinyal pasangan - Belajar membaca bahasa tubuh dan mood pasangan. Jangan maksa kalau mereka lagi nggak mood.

Buat Suasana yang Mendukung

Beberapa hal yang bisa dilakukan:

Pagi hari:

  • Bangun lebih awal, jangan sampai keburu ngejar waktu kerja
  • Ciptakan suasana romantis sejak malam sebelumnya
  • Pastikan kamar rapi dan wangi
  • Siapkan sarapan ringan setelahnya

Malam hari:

  • Selesaikan semua pekerjaan lebih awal
  • Mandi bareng bisa jadi foreplay yang bagus
  • Ciptakan suasana romantis dengan lilin atau musik
  • Matikan gadget dan fokus sama pasangan

Manfaatkan Momen-Momen Spesial

Ada beberapa momen yang bagus banget buat keintiman:

Masa ovulasi wanita - 12-14 hari sebelum menstruasi, ini waktu puncak gairah wanita

Akhir pekan atau liburan - Stres lebih rendah, waktu lebih banyak

Setelah olahraga bareng - Endorfin naik, mood bagus

Saat anak-anak nginep di tempat kakek-nenek - Bebas gangguan!

Perubahan Gairah Seiring Bertambahnya Usia

Ini penting banget dipahami karena gairah seksual itu dinamis, berubah seiring waktu.

Usia 20-an: Energi Melimpah

Pria:

  • Testosteron masih tinggi
  • Ereksi mudah dan keras
  • Recovery time cepat
  • Bisa multiple rounds

Wanita:

  • Masih eksplorasi
  • Tingkat kesuburan tinggi
  • Frekuensi seks tinggi
  • Mulai belajar tubuhnya sendiri

Usia 30-an: The Golden Age

Ini adalah masa keemasan buat kedua gender:

Pria:

  • Testosteron stabil dan maksimal
  • Lebih dewasa secara emosional
  • Lebih ngerti kebutuhan pasangan
  • Stamina masih bagus

Wanita:

  • Puncak gairah seksual
  • Lebih percaya diri
  • Lebih mudah orgasme
  • Komunikasi lebih baik

Usia 40-an: Mulai Ada Penurunan

Pria:

  • Testosteron mulai turun sedikit demi sedikit
  • Ereksi nggak sekeras dulu
  • Butuh stimulasi lebih lama
  • Risiko disfungsi ereksi meningkat

Wanita:

  • Masih bergairah tapi mulai berfluktuasi
  • Menuju perimenopause
  • Perlu lebih banyak foreplay
  • Kadang perlu pelumas

Usia 50-an ke Atas: Quality Over Quantity

Pria:

  • Testosteron terus menurun
  • Aktivitas seksual melambat
  • Tapi bukan berarti berhenti
  • Fokus ke kualitas, bukan kuantitas

Wanita:

  • Memasuki menopause
  • Estrogen turun drastis
  • Vagina lebih kering
  • Tapi bisa tetap bergairah dengan treatment yang tepat

Yang menarik, penelitian di Belanda tahun 2017 menunjukkan bahwa lansia yang tinggal di komunitas tetap melaporkan kehidupan seks yang aktif dan memuaskan. Jadi, usia tua bukan akhir dari kehidupan seksual!

Mitos dan Fakta Seputar Gairah Seksual

Mari kita luruskan beberapa mitos yang beredar:

Mitos 1: Pria Selalu Siap Kapan Saja

Fakta: Nggak juga! Pria juga punya fluktuasi gairah. Mereka juga bisa capek, stres, atau nggak mood. Testosteron mereka juga naik turun sepanjang hari.

Mitos 2: Wanita Nggak Se-bergairah Pria

Fakta: Salah besar! Wanita sama bergairahnya, cuma waktunya aja yang beda. Di usia 30-an, gairah wanita bahkan bisa melebihi pria.

Mitos 3: Setelah Menopause, Wanita Nggak Bergairah Lagi

Fakta: Banyak wanita yang justru lebih bergairah setelah menopause karena nggak khawatir hamil lagi dan lebih bebas.

Mitos 4: Gairah Menurun = Nggak Cinta Lagi

Fakta: Gairah menurun bisa karena banyak faktor: hormon, stres, kesehatan, dll. Bukan berarti nggak cinta lagi.

Mitos 5: Sex Toy Bikin Ketagihan dan Nggak Butuh Pasangan

Fakta: Sex toy itu alat bantu, bukan pengganti. Malah bisa ningkatin kepuasan berdua kalau dipakai bareng pasangan.

Cara Meningkatkan Gairah Seksual

Kalau kamu atau pasangan ngerasa gairah lagi menurun, ada beberapa cara alami yang bisa dicoba:

Untuk Pria:

Olahraga teratur - Terutama angkat beban, bisa meningkatkan produksi testosteron

Tidur cukup - 7-8 jam sehari buat produksi hormon optimal

Makan makanan bergizi - Terutama yang mengandung zinc seperti tiram, daging merah, kacang-kacangan

Kelola stres - Meditasi, yoga, atau hobi yang bikin rileks

Hindari alkohol berlebihan - Alkohol bisa menurunkan testosteron

Jaga berat badan ideal - Obesitas menurunkan produksi testosteron

Untuk Wanita:

Foreplay yang cukup - Jangan buru-buru, nikmati prosesnya

Komunikasi dengan pasangan - Jangan malu bilang apa yang kamu suka

Kelola stres - Pikiran rileks = gairah meningkat

Konsumsi cokelat - Cokelat melepaskan hormon kebahagiaan yang bisa meningkatkan gairah

Olahraga yoga - Meningkatkan sirkulasi darah ke organ seksual

Cukup tidur - Hormon seksual diproduksi optimal saat tidur

Jaga keintiman emosional - Wanita butuh koneksi emosional yang kuat

Untuk Keduanya:

Date night rutin - Luangkan waktu quality time berdua

Coba hal baru - Eksplorasi bersama, jangan stuck di rutinitas

Pijat bareng - Sentuhan fisik meningkatkan oksitosin (hormon cinta)

Vacation bareng - Perubahan suasana bisa rekindle passion

Hindari gadget di kamar tidur - Fokus sama pasangan, bukan layar HP

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?

Penurunan gairah seksual itu normal dan bisa terjadi pada siapa aja. Tapi ada beberapa kondisi yang perlu dikonsultasikan ke dokter:

Untuk Pria:

  • Testosteron sangat rendah (hipogonadisme)
  • Disfungsi ereksi yang persisten
  • Nggak pernah ereksi pagi hari (bisa jadi indikasi masalah kesehatan)
  • Penurunan gairah drastis dalam waktu singkat
  • Disertai gejala lain seperti kelelahan ekstrem, depresi

Untuk Wanita:

  • Penurunan gairah lebih dari 6 bulan yang mengganggu kualitas hidup
  • Vagina sangat kering sampai terasa sakit saat berhubungan
  • Nggak pernah bisa orgasme sama sekali
  • Gairah menurun drastis setelah melahirkan atau operasi
  • Disertai gejala menopause dini

Dokter bisa membantu dengan:

  • Tes hormon
  • Terapi hormon kalau diperlukan
  • Konseling seksual
  • Pengobatan untuk kondisi medis yang mendasari

Keseimbangan adalah Kunci

Setelah sekian tahun melewati berbagai fase kehidupan, gue paham betul bahwa keseimbangan itu yang paling penting. Nggak usah terlalu kaku ngikutin aturan kapan harus puncak gairah. Yang penting:

  1. Saling memahami ritme biologis masing-masing
  2. Komunikasi terbuka tentang kebutuhan dan keinginan
  3. Fleksibel dalam menyesuaikan waktu
  4. Jaga kesehatan fisik dan mental keduanya
  5. Prioritaskan keintiman emosional, bukan cuma fisik

Hubungan seksual yang sehat bukan soal seberapa sering atau kapan tepatnya, tapi soal kualitas keintiman dan kepuasan bersama. Kalau kalian berdua happy, itu yang terpenting.

Kesimpulan

Jadi, kapan sih waktu puncak gairah seksual pria dan wanita? Inilah jawabannya:

Pria mencapai puncak gairah di pagi hari sekitar pukul 07.54, saat testosteron berada di level tertinggi. Secara usia, puncak biologis mereka di usia remaja akhir (17-18 tahun), tapi puncak pengalaman seksual terbaik justru di usia 30-an.

Wanita mencapai puncak gairah di malam hari sekitar pukul 23.21, saat testosteron mereka mulai meningkat dan pikiran sudah lebih rileks. Secara usia, puncak gairah wanita di usia 30-an, saat mereka lebih percaya diri dan paham tubuhnya sendiri.

Tapi ingat, ini adalah pola umum. Setiap orang itu unik. Yang terpenting adalah memahami tubuh sendiri dan pasangan, berkomunikasi dengan baik, dan nggak memaksakan sesuatu yang nggak nyaman.

Gairah seksual dipengaruhi oleh banyak faktor: hormon, usia, siklus menstruasi, kesehatan fisik, kondisi mental, kualitas hubungan, dan masih banyak lagi. Dengan memahami semua ini, kamu dan pasangan bisa menemukan ritme yang cocok untuk kalian berdua.

Dan yang paling penting: jangan bandingkan diri kamu dengan orang lain. Setiap pasangan punya dinamika sendiri. Yang penting kalian berdua happy, sehat, dan saling mencintai.

Semoga artikel ini bermanfaat buat kamu dan pasangan. Ingat, kehidupan seksual yang sehat adalah bagian penting dari hubungan yang harmonis. Jaga kesehatan, komunikasi, dan cinta kalian!


FAQ (Pertanyaan yang Sering Ditanyakan)

1. Apakah normal kalau gairah seksual saya berbeda dengan pasangan?

Sangat normal! Pria dan wanita memiliki ritme biologis yang berbeda karena perbedaan hormonal. Pria cenderung bergairah di pagi hari karena testosteron tinggi, sementara wanita lebih bergairah di malam hari. Yang penting adalah komunikasi dan kompromi untuk menemukan waktu yang cocok buat kalian berdua. Jangan jadikan perbedaan ini sebagai sumber konflik, tapi sebagai kesempatan untuk lebih memahami pasangan.

2. Apakah gairah seksual akan terus menurun seiring bertambahnya usia?

Gairah memang berfluktuasi seiring usia, tapi nggak berarti akan hilang total. Pria mencapai testosteron tertinggi di usia 18 tahun dan mulai menurun di usia 30-an, tapi penurunannya bertahap dan bisa dikelola dengan gaya hidup sehat. Wanita justru mencapai puncak gairah di usia 30-an. Bahkan lansia di atas 60 tahun bisa tetap memiliki kehidupan seksual yang aktif dan memuaskan. Yang berubah adalah frekuensi dan intensitas, tapi bukan berarti hilang sama sekali.

3. Bagaimana cara meningkatkan gairah seksual secara alami?

Ada banyak cara alami: (1) Olahraga teratur untuk meningkatkan hormon dan sirkulasi darah, (2) Tidur cukup 7-8 jam sehari, (3) Makan makanan bergizi terutama yang mengandung zinc, (4) Kelola stres dengan baik, (5) Hindari alkohol dan rokok berlebihan, (6) Jaga komunikasi dan keintiman emosional dengan pasangan, (7) Lakukan foreplay yang cukup, (8) Coba hal-hal baru untuk menghindari kebosanan, (9) Luangkan quality time dengan pasangan tanpa gangguan gadget.

4. Apakah berhubungan saat menstruasi aman dan meningkatkan gairah?

Secara medis, berhubungan saat menstruasi itu aman selama tidak ada infeksi atau kondisi medis tertentu. Banyak wanita yang justru merasakan peningkatan gairah saat menstruasi karena perubahan hormonal: estrogen dan testosteron naik, sementara progesteron (yang menekan gairah) turun. Vagina juga lebih sensitif karena rahim membesar dan menekan ujung saraf. Tapi ini kembali lagi ke preferensi pribadi masing-masing. Yang penting komunikasi dengan pasangan dan jaga kebersihan ekstra.

5. Kapan saya harus konsultasi ke dokter tentang masalah gairah seksual?

Konsultasi ke dokter kalau: (1) Penurunan gairah berlangsung lebih dari 6 bulan dan mengganggu kualitas hidup, (2) Pria nggak pernah mengalami ereksi pagi hari (bisa jadi tanda masalah kesehatan), (3) Disfungsi ereksi yang persisten pada pria, (4) Vagina sangat kering dan terasa sakit saat berhubungan pada wanita, (5) Disertai gejala lain seperti kelelahan ekstrem, depresi, atau gangguan mood, (6) Penurunan gairah drastis dalam waktu singkat tanpa penyebab jelas. Dokter bisa melakukan tes hormon dan memberikan treatment yang sesuai.

Lebih lamaTerbaru